Wednesday, November 11, 2009

alibi-pengasingan-balas dendam

dulu ia adalah penceria
dulu ia pernah menjadi sanguinis,
orang yang spontan, lincah dan periang.

kemudian ia belajar memahami orang lain.
jadilah ia seorang plegmatis.
orang yang damai tanpa prasangka.

kemudian ia disindir.
ia diremehkan.

akhirnya ia mulai berpikir.
muncullah ia yang melankolis.
orang yang pemikir, selalu beranggapan semua terjadi karena sebab dan ada akibatnya.

kemudian ia melihat sosok pemimpin.
ia ingin menjadi koleris.
sosok yang kuat.
tangguh.

ia mulai bersikap tegas.
orang yang mengenalnya kaget.
ia yang dulu ceria, bisa dekat dengan siapapun, dan bisa menjadi pendengar yang baik,
kini berubah menjadi orang yang memerintah.
orang yang suka marah.

kemudian ia mulai bingung.
ia siapa?

ia semakin membingungkan orang di sekitarnya.

kemudian ia sadar.
pada dasarnya ia hanyalah orang yang senang bergaul.
orang yang menganggap tiap orang punya alasan kenapa bertindak sama maupun berbeda.
orang yang memahami konsep aksi dan reaksi.
tapi ia bukan orang yang suka memerintah.
ia memang pengikut.
tapi jangan berani menantangnya.
karena ia akan maju, dengan kepala tegak dan tatapan penuh tekad.
mereka tidak pantas merendahkannya.
mereka hanya tidak sadar siapa yang mereka hadapi.

persetan dengan personalitas.

kini ia berjalan lunglai.
kehilangan dirinya yang penceria.
kehilangan dirinya yang pendamai.
kehilangan dirinya yang pemikir.
dan tersesat di dirinya yang kuat.

namun lagi.
mungkin ia tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa ia tidak diterima.
ia hanya sedang mencari alibi.

detik selanjutnya ia berubah.
saat ia mendengarkan lagu dari orang yang telah tiada.

"Skin head, dead head
Everybody gone bad
Situation, aggravation
Everybody allegation
In the suite, on the news
Everybody dog food
Bang bang, shot dead
Everybody's gone mad

All I wanna say is that
They don't really care about us
All I wanna say is that
They don't really care about us

Beat me, hate me
You can never break me
Will me, thrill me
You can never kill me
Jew me, sue me
Everybody do me
Kick me, kike me
Don't you black or white me

All I wanna say is that
They don't really care about us
All I wanna say is that
They don't really care about us"

(they don't really care about us - michael jackson)

dan ia tahu. ia datang untuk balas dendam.

Monday, May 25, 2009

revive...

Percayakah, bahwa kekuatan itu berasal dari sendiri?
Sebuah kebohongan besar bahwa kekuatan dapat berasal dari orang lain.

Apa yang mereka tahu?
Otak tiap manusia berbeda. Pengalaman hidup tiap orang berbeda. Apa yang menurutmu adalah big mistake ternyata merupakan kemenangan bagi orang lain.

Kekuatan dan motivasi hanyalah permainan otak. Permainan perasaan. Permainan sugesti.
Bagaimana kau bisa tahu orang itu membencimu atau mendukungmu?
Kau tidak akan pernah benar-benar tahu.

Hidup memang tidak dijalani sendiri.
Hidup memang merupakan skenario tentang pertemuan dan perpisahan dengan orang lain.
Namun disitulah penekanannya.
Kau tidak akan pernah bisa bangkit jika mengandalkan orang lain.
Mereka tidak akan selalu ada di saat kau membutuhkan.
Lalu apa?
Apa yang kau harapkan, selain kedua kakimu untuk berdiri tegak?
Selain kedua mata dan telinga yang tetap menjagamu tetap awas akan keadaan sekitarmu?

Berbuatlah untuk orang lain.
Itu pun tidak salah.
Lalu apa?
Tidak ada yang abadi.
Tidak ada pertolongan seperti 911 yang selalu bisa menyelamatkanmu pada setiap kondisi.
Yang ada hanyalah dirimu.
Dan segala indera yang telah ditanamkan dalam dirimu.

Maka bangkitlah.
Kekuatan terbesar, ada dalam dirimu.



Malang, 6 Mei 2009
23.47

Wednesday, April 29, 2009

i'm just a...

di situlah ia terduduk. mencoba mencari jalan baru untuk menemukan jati diri.
lampu disekelilingnya menerangi gelapnya lapangan yang ia jadikan alas duduk di bawah langit cerah yang berbintang.
kembali ia mempertanyakan arti hidupnya, arti keberadaannya.
benarkah eksistensi itu hanya untuk pria? tidak. di dirinya, eksistensinya terkoyak. ingin bangkit dari kubur.
orang-orang itu, entah tidak tahu apa-apa tentang dirinya, atau malah terlalu tahu? namun ia tidak mengenal siapa pun.
ia merasa berubah jadi boneka. tanpa otak.
atau benarkah, ia sebenarnya boneka, tanpa otak?
ia kembali merenungi dirinya. 'ah, aku terlalu banyak mengeluh..,' pikirnya.
ia mencoba menatap langit. oh, lehernya kaku. ia tidak bisa menatap langit.
dingin malam merasuki dirinya. ia mencoba mengingat apa yang selama ini ia lakukan. mengapa tak seorang pun percaya pada apa yang dilakukannya? ia bingung. ia hanya ingin tahu mengapa ia tidak bisa bergerak sebebas yang diinginkannya. ia hanya ingin tahu mengapa, jiwanya serasa terkekang.
suara langkah-langkah kaki mengagetkannya. suara itu semakin mendekat.
'siapa?' ia bertanya namun tak ada suara yang terdengar.
lehernya masih kaku. takut dan cemas melemahkannya.
"ah, ini dia!!" suara seorang anak kecil nyaring terdengar.
"cepat ambil!! kita pulang!!" suara seorang wanita dewasa menyahut.
ia merasa tangan besar mencengkeram lengannya. sedetik kemudian ia terangkat dari tanah.
anak bermata besar dan berambut ikal membersihkan bajunya.
"hah,, lain kali jangan jatuh lagi ya!" ujar anak itu padanya.
tubuhnya serasa beku akibat dingin yang tiba-tiba merasuk. kenyataan menamparnya.
ia memang boneka.

27 april 2009
21:22